by Pdt. Petrus Agung Purnomo – Rhema Radio 13 March 2010
Orang terkadang menilai kita orang yang berhasil ataukah orang yang gagal.
II Samuel 15:1-6
15:1 Sesudah itu Absalom menyediakan baginya sebuah kereta serta kuda dan lima puluh orang yang berlari di depannya.
15:2 Maka setiap pagi berdirilah Absalom di tepi jalan yang menuju pintu gerbang. Setiap orang yang mempunyai perkara dan yang mau masuk menghadap raja untuk diadili perkaranya, orang itu dipanggil Absalom dan ditanyai: "Dari kota manakah engkau?" Apabila ia menjawab: "Hambamu ini datang dari suku Israel anu,"
15:3 maka berkatalah Absalom kepadanya: "Lihat, perkaramu itu baik dan benar, tetapi dari pihak raja tidak ada seorang pun yang mau mendengarkan engkau."
15:4 Lagi kata Absalom: "Sekiranya aku diangkat menjadi hakim di negeri ini! Maka setiap orang yang mempunyai perkara atau pertikaian hukum boleh datang kepadaku, dan aku akan menyelesaikan perkaranya dengan adil."
15:5 Apabila seseorang datang mendekat untuk sujud menyembah kepadanya, maka diulurkannyalah tangannya, dipegangnya orang itu dan diciumnya.
15:6 Cara yang demikianlah diperbuat Absalom kepada semua orang Israel yang mau masuk menghadap untuk diadili perkaranya oleh raja, dan demikianlah Absalom mencuri hati orang-orang Israel.
Ada kesaksian seorang pendeta – yang tidak pernah mendapat kesempatan untuk khotbah hanya diminta untuk mengirimkan kayu bakar. Akhirnya dia hanya sering-sering memberi komentar pada saat pendetanya khotbah.
Pada saat kita ingin dipandang berhasil dimata orang akhirnya akan membawa kita hanya kepada orang saja untuk mendapatkan pembenaran. Kita akan berusaha mencuri hati banyak orang supaya kita menyenangkan banyak orang. TUHAN tidak pernah merencanakan kita untuk menjadi apa kata orang tetapi APA YANG TUHAN INGINKAN.
Ada beberapa hal yang harus kita lakukan kalau kita berhadapan dengan gesekan-gesekan dalam kehidupan kita:
- Jangan bertempur/berperang dengan senjata yang sama dipergunakan oleh lawan kita.
- Daud tidak menggunakan kemarahan seperti yang dipergunakan Saul. Datang dengan kebencian dihadapi dengan pengampunan.
- Tuhan yang mengangkat dan Tuhan yang akan mendudukan di tahtanya.
- Apakah yang nampaknya lemah bisa menjadi kuat di mata Tuhan [II Raja 6:8-23]
- Senjata yang kita gunakan akan melukai anak Tuhan yang sedang kita hadapi.
- AMSAL 25:15 Dengan kesabaran seorang penguasa dapat diyakinkan dan lidah lembut mematahkan tulang – bagaiman kita berhadapan dengan orang di atas kita.
- Ada sesuatu yang menyakitkan JANGAN PERNAH dibalas. Tuhan akan menyediakan berkat melalui orang yang sama.
-
- Allah sedang mendidik kerendahan hati kepada kita karena hal ini sakitnya luar biasa. Bagaimana kita bisa keluar sebagai pemenang tanpa dendam yang menyakitkan.
- Sampai berapa lama ? sudah 7 x 7 x 7 jangan lupa berdoa untuk LEPASKAN KAMI DARI YANG JAHAT.
- Perhatikan saat Daud sudah berhasil memotong punca jubah Saul. Meskipun Saul sudah baik – Daud tetap tidak tinggal bersama Saul. [TUHAN Engkau mengerti aku berada pada titik maksimal kekuatanku .. kalau Engkau mau lebih beri aku anugerah kalau tidak lepaskan aku dari yang jahat]
-
- Masuk ke dimensi lain yang musuh tidak bisa mengerti atau tidak bisa masuk. [baca II Samuel 24:15-23].
- Setiap musuh yang merasa lebih tinggi dari kita jangan dihadapi dengan ketinggian hati tetapi gunakan kerendahan hati. Perhatikan Daud dan Saul sama-sama diurapi.
- Kalau musuh minta kita jalan 1 mil kita beri 2 mil berjalan bersama Allah
-
![Reblog this post [with Zemanta]](http://img.zemanta.com/reblog_a.png?x-id=4a9357fa-dbd2-4346-9772-251f58eacf6d)
No comments:
Post a Comment