Friday, May 7, 2010

JANGAN MENDUKAKAN ROH KUDUS

 

Pada saat menerima babtisan roh kudus, di Azuza Street mereka merasakan lawatan Allah. Itu adalah respon manusia saat berhadapan dengan Allah penciptanya. Ketika badan tergoncang karena kuasa Tuhan dialirkan dalam tubuhnya.

Ada banyak gereja yang sudah kehilangan pengenalan akan Allah tetapi sudah kehilangan intinya. Pada saat Allah melawat maka orang akan menangis, tergoncang. Jangan jadikan ritual doa hanya kebiasaan. Tetapi kenali Allah di dalamnya.

Engkau melakukan yang lebih besar lagi karena Yesus pergi kepada Bapa. ARTINYA kita harus kenal ROH KUDUS sebagaimana Tuhan Yesus mengenal Roh KudusNya. Jarang yang mengajak bicara dengan Roh Kudus. Roh Kudus adalah pribadi yang lembut, gentle dan tidak pernah memaksa orang. Kita sering menolak sebagian dari Roh Kudus. Atau pada saat Dia datang kita manfaatkan Dia habis-habis’an, tanpa kita pernah menyadari bahwa Tri Tunggal adalah equal. Kerinduannya yang terdalam adalah bersekutu dengan kita, bersahabat dengan kita, mengasihi kita dan menolong kita untuk mengenal Tuhan. Jangan sia-siakan pemberian terbesar dari Allah bagi gerejaNya.

Saat kita memimpin sebagi imam di gereja – harus merupakan ekspresi pergaulan dan penyembahanmu setiap hari dengan Roh Kudus. Bila tidak kita hanya memanfaatkan Dia semau kita. Bila itu merupakan ekspresi, maka kemanapun kita pergi kita akan membawa hadirat Dia. Bila 2-3 orang berkumpul, maka Allah akan hadir dengan kehadiranNya yang special dan Dia akan menyatakan diriNya sendiri. Saat kita kenal Dia, mungkin kita akan sampai ke taraf tangible.

Miliki persekutan pribadi dengan Roh Kudus. Bila pelayanan bukan merupakan ekspresi pergaulan dengan Roh Kudus, saat terjadi guncangan pribadi maka pelayanan akan rontok semua.

LiveJournal Tags:



No comments:

Post a Comment