by. Pdt. PETRUS AGUNG PURNOMO
KEJADIAN 29:31-35
29:31 Ketika TUHAN melihat, bahwa Lea tidak dicintai, dibuka-Nyalah kandungannya, tetapi Rahel mandul.
Pola keadilan Tuhan memang susah dipolakan. Ada yang kerja keras seharian dapat 1 dinar, ada yang cuma 1 jam dapat 1 dinar juga. Kemudian perumpamaan si Bungsu dan si Sulung yang bekerja keras sedangkan si Bungsu yang menghambur-hamburkan uang ketika pulang juga diterima. Kita punya Bapa yang punya kebiasaan hugging and kissing sedangkan typikal kakak yang galak dan judes.
Dosa jasmani (nipu bapanya) lebih ringan daripada dosa rohani (meremehkan kesulungan). Yakub hanya kena kerja 14 tahun sedangkan Esau seumur hidup.
Bila hidup kita fokus kepada manusia bukan ke Tuhan maka kualitas yang dihasilkan tidak pernah optimal. (Lea berebut dengan Rachel untuk mendapatkan cinta Yakub). But honestly sampai mati-pun tidak mendapatkan cinta Yakub. Laban tidak sadar bahwa memasukkan Lea ke kemah Yakub sama dengan menyengsarakan Lea seumur hidup. Lea punya masalah bahwa apapun yang dia dapat selalu arahnya kepada manusia yaitu mendapatkan cinta Yakub.
As we lived with Jesus, bila kita tidak ada passion maka semuanya hanya kewajiban bukan karena cinta. Kekristenan harus punya passion kepada Jesus.
29:32 Lea mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Ruben, sebab katanya: "Sesungguhnya TUHAN telah memperhatikan kesengsaraanku; sekarang tentulah aku akan dicintai oleh suamiku."
Ternyata Lea masih belum dicintai. Saat diberi anak Lea sudah berfikir bahwa anak itu merupakan bukti dukungan Tuhan kepada Lea. Ternyata salah, itu bukan pembelaan dan Lea belum berbalik dari jalannya. Ingat semua BERKAT berarti HATI DIBAWA KEMBALI KEPADA TUHAN
29:33 Mengandung pulalah ia, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, maka ia berkata: "Sesungguhnya, TUHAN telah mendengar, bahwa aku tidak dicintai, lalu diberikan-Nya pula anak ini kepadaku." Maka ia menamai anak itu Simeon.
Satu anak belum dicintai, maka Lea diberi lagi dari Tuhan demikian pemikiran Lea. Terkadang orang minta berkat kepada Tuhan supaya dia dianggap benar. Terkadang kita menjadikan Tuhan backing untuk membenarkan semua kegiatan kita. Hidup kita sebagai orang percaya BILA kita mendasarkan hidup sebagi RIVALITAS dengan orang lain maka UJUNGNYA ADALAH KEPAHITAN. Tuhan tidak pernah memanggil kita untuk menjadi lebih baik dari orang lain. Tuhan panggil kita untuk menggenapkan apa yang sudah Tuhan rencanakan secara pribadi di dalam kehidupan kita. Lea terus mencari perhatian Yakub, sama seperti kita yang mencari atensi orang lain akan sia-sia.
29:34 Mengandung pulalah ia, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, maka ia berkata: "Sekali ini suamiku akan lebih erat kepadaku, karena aku telah melahirkan tiga anak laki-laki baginya." Itulah sebabnya ia menamai anak itu Lewi.
Keyakinan sepihak tidak akan mengubah keadaan. Lea menggunakan anugerah Tuhan sebagai peluru Lea perang cari perhatian Yakub terhadap Rachel. Seharusnya hatinya segera balik kepada Tuhan. [Yakub tidak pernah mencinta Lea karena Yakub cinta Rachel, Lea adalah simbol tertipunya Yakub masa penipu kok tertipu, mata Lea sedikit juling, dan selalu mengasosiasikan Lea dengan Laban]. Ini contoh hukum tabur tuai, Yakub berpura-pura jadi Esau dan Laban membuat Lea menjadi Rachel – dengan trik yang sama.
29:35 Mengandung pulalah ia, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, maka ia berkata: "Sekali ini aku akan bersyukur kepada TUHAN." Itulah sebabnya ia menamai anak itu Yehuda. Sesudah itu ia tidak melahirkan lagi.
Inilah yang berbeda, Lea mulai menyadari dan BERSYUKUR kepada TUHAN. Yehuda = pujian, ucapan syukur. Kelak dari suku Yehuda ini lahir DAUD hingga YESUS KRISTUS. Apapun yang kita dapatkan dari TUHAN selalu uji apakah mendekatkan hati yang makin erat kepada Tuhan atau manusia akan menghasilkan ujung yang berbeda-beda. Lihat dari ucapan syukur lahir raja besar dan singa dari Yehuda. Jangan pernah saat diberkati untuk menyakiti orang lain, selalu gunakan yang kita miliki untuk menjadi lebih dekat dengan TUHAN.
Lihat hasil anak-anak Lea, bagaimana kegagalan Ruben yang kehilangan hak kesulungan karena berzina.
LUKAS 3:1-38 [START ON 23], MATIUS 1, Matius berbicara soal wheel of life. Bukan sesuatu yang normatif karena di Matius ada 5 nama orang perempuan yang disebut. Kenapa anak Daud, anak Abraham –> Matius menunjukan poin-poin yang dilihat TUHAN. Ingat saat Petrus mengingatkan penderitaan Yesus, Tuhan bilang “Enyahlah kau Iblis dst dst” ada sudut pandang yang dilihat ALLAH. AMSAL 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
Bila fokus kita hanya manusia dan kebendaan kita tidak akan kemana-mana. Ingat cerita Esther bagaimana sebelum dia bermalam dengan Raja dia bisa memilih apapun juga di perbendaharaan Raja. Hati-hati itu belum semuanya. Jangan pernah berfikir ini adalah puncak perkenan Tuhan. Ini adalah titik menjelang dipakai raja. Bila hati kita kepada materi, kepada apa kata orang, kita akan dibawa ke sebuah titik “dipakai oleh raja” untuk membuktikan MENYENANGKAN RAJA ENGGAK dan NOBODY KNOWS, saat kita akan jadi PERMAISURI atau sekedar jadi GUNDIK. Sehingga jangan pernah berfikir untuk sukses di dunia, saat kita sedang di ruang perbendaharaan seperti Esther mengambil apa yang sida-sida sarankan (as like HOLY SPIRIT). Itu adalah titik yang berbahaya, bisa naik jadi RATU atau jatuh jadi GUNDIK. Saat kita bisa memikat hatinya sebagaimana ROH KUDUS mengajarkan kepada kita maka kita akan menikmati kemuliaan bersamaNya.
I KORINTUS 10:12 Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh! 10:13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.
10:14 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, jauhilah penyembahan berhala!
10:15 Aku berbicara kepadamu sebagai orang-orang yang bijaksana. Pertimbangkanlah sendiri apa yang aku katakan!
10:16 Bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita ucapkan syukur, adalah persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita pecah-pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus?
Karena ada pengucapan syukur maka cawan penderitaan Tuhan Yesus menjadi “the cup of blessing”. Ingat bagaimana setelah Lea bersyukur, dia masih melahirkan kembali Isyakhar [Alkitab menunjukkan orang non produktif masih bisa menjadikan orang produktif lagi bersama dengan ucapan syukur].
Biarkan hati kita terarah kepada TUHAN sehingga semuanya menjadi the cup of blessing. Pandang TUHAN selalu fokus kepada YESUS.
No comments:
Post a Comment