Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.(Amsal 4:18)
Iman adalah sesuatu yang mengubahkan hal yang biasa menjadi yang membuat kami luar biasa di mata Allah.
Orang sering mencampuradukkan antara iman dan kebajikan. Kebajikan adalah perbuatan yang bisa dikembangkan dan dilakukan. Orang-orang sering mempercakapkan tentang "orang percaya legendaris," mereka mempersepsikan seolah-olah iman datang berbentuk seperti jaket sesuai dengan ukuran yang akan memakainya atau sudah ditentukan ukurannya. Dan kita-pun bisa memiliki iman bahkan ketika kita dalam kondisi kerohanian yang sedang tidak begitu baik sekalipun. Bahkan orang berdosa-pun bisa memiliki iman – akan tetapi sudah dinyatakan bahwa mereka tidak pernah dapat diselamatkan bila mereka tetap dalam kebiasaan dosanya! Di bumi ini tidak ada orang yang baik ... akan tetapi Kristus mengajarkan kita bahwa semua orang bisa belajar untuk percaya. Dia berfirman kepada beberapa orang supaya bertindak dengan iman mereka – hingga mereka mau menjadi orang asing di negeri orang lain, benar-benar doktrin yang tidak masuk akal bila ditelaah dengan pemikiran manusia normal. Alkitab menunjukkan hal yang sama. Dalam Ibrani pasal 11, ia menuliskan "daftar kehormatan," daftar pahlawan dan pahlawan iman yang besar. Mereka diingat bukan karena keberanian atau kebaikannya, akan tetapi karena ketergantungan mereka yang luar biasa kepada TUHAN ALLAH. Iman adalah sesuatu hal yang benar-benar sangat biasa yang menjadikan kita luar biasa di mata Allah. Alkitab menyatakan: "Tanpa iman adalah mustahil untuk menyenangkan Dia." Dengan iman, adalah mungkin untuk menyenangkan Allah ... dan iman adalah mungkin untuk semua orang.
Kita adalah apa yang kita percaya. Alangkah baiknya bila kita bisa melihat apa yang telah kita percaya. Kitalah yang membuat keputusan dan pada gilirannya keputusan itulah yang akan membentuk kita. Beberapa orang mempercayai “Piring Terbang – UFO”, kemudian bahwa bumi itu hidup atau dengan suara-suara dari dunia orang mati. Ada sejuta hal yang bisa kita percaya ... akan tetapi satu hal yang terpenting bahwa Allah adalah yang tertinggi dari segala sesuatu. Kita berfokus pada percaya kepada TUHAN ALLAH. Itulah artinya percaya dalam kepercayaan. Survei menunjukkan bahwa hampir semua orang percaya pada adanya “tuhan” : semacam dewa di suatu tempat. Pertanyaannya adalah: seperti apa “tuhan”?
Kepercayaan akan terus menguji kita. Jenis “tuhan” yang kita percaya akan menjadi jendela bagi jiwa kita – apakah percaya dalam Kristus, atau misalnya versinya Karl Marx ? Mengikuti iman percaya yang hanya menuntut sedikit doa yang tidak terlalu panjang- apakah yang orang akan katakan tentang kita? Agama dengan tuntutan yang sangat sedikit namun bisa terkenal ? – agama banyak pengikut dengan permintaan yang kecil ? iman yang murah besar berikut ini - bagi orang-orang yang telah menjual harta warisan mereka untuk 'sepiring kaldu. "
TUHAN Yesus Kristus telah meminta kita semua : "Berikan hatimu kepadaKu." Berpegang teguhlah kepada kebenaran ini: Iman kita di dalam Kristus merupakan sebuah jalan sempit yang kemudian akan semakin melebar dan menuju ke sesuatu tempat yang sudah sangat pasti.
Tuhan Yesus memberkati.
Ayat yang dipergunakan :
| Amsal 4:18 | Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari. |
| Ibrani 11:1-40 | 11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. |
| PAGI | Bilangan 23 dan Mazmur 64 dan Mazmur 65 |
| SORE | Yesaya 13 dan 1 Petrus 1 |
Diterjemahkan dari : Mark My Word Daily by Reinhard Bonnke
No comments:
Post a Comment